Pernikahan usia anak masih menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian bersama karena berdampak pada kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan generasi muda. Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran remaja, mahasiswa KKN Kolaboratif Rinjani Tahun 2026 berkolaborasi dengan Lombok Research Center (LRC) menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini bagi siswa MA Tarbiyatul Muslimin, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai faktor penyebab, dampak, serta pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum memutuskan untuk menikah. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, sosialisasi dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta sharing session yang melibatkan peserta secara aktif.
Materi utama disampaikan oleh tim Lombok Research Center (LRC) yang menjelaskan berbagai konsekuensi pernikahan di bawah umur, mulai dari meningkatnya risiko putus sekolah, permasalahan kesehatan reproduksi, komplikasi kehamilan, tekanan psikologis, hingga tantangan ekonomi dalam membangun rumah tangga. Para peserta juga diajak memahami bahwa pernikahan bukan hanya persoalan usia, tetapi juga kesiapan fisik, mental, emosional, dan finansial.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta adalah sharing session yang disampaikan oleh Ibu Yuyu Sasrini. Dalam sesi tersebut, beliau berbagi pengalaman serta memberikan motivasi kepada para siswa agar berani merencanakan masa depan dengan baik, memprioritaskan pendidikan, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah di usia muda. Penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan remaja membuat peserta lebih mudah memahami dampak nyata pernikahan dini sekaligus pentingnya membangun masa depan melalui pendidikan dan pengembangan potensi diri.
Mahasiswa KKN Kolaboratif Rinjani Tahun 2026 turut berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan, memfasilitasi diskusi, serta mendorong peserta untuk berani menyampaikan pendapat dan pertanyaan. Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung, yang menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu pernikahan anak dan pentingnya mengambil keputusan secara bijaksana.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kolaboratif Rinjani Tahun 2026 dan Lombok Research Center (LRC), kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah preventif dalam mendukung upaya penanggulangan pernikahan di bawah umur di Kabupaten Lombok Timur. Lebih dari sekadar memberikan edukasi, sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir bahwa meraih pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri dengan matang merupakan investasi terbaik sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
"Masa muda adalah waktu untuk belajar, berkarya, dan mengejar cita-cita. Ketika masa depan dipersiapkan dengan baik, keputusan untuk membangun keluarga pun akan lahir dari kesiapan, bukan karena keadaan."