Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, permainan edukatif, serta diskusi bersama siswa. Dengan pendekatan yang menyenangkan, para peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk perundungan (bullying), memahami dampak yang ditimbulkannya, serta menumbuhkan keberanian untuk saling menjaga, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
Koordinator Desa (Kordes) KKN 3T Kolaborasi Rinjani, Pandya, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak sejak dini.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak memahami bahwa setiap individu berhak merasa aman dan dihargai. Kami berharap sosialisasi ini mampu menumbuhkan sikap saling menghormati, meningkatkan rasa empati, serta membangun keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan bullying apabila terjadi di lingkungan sekitar," ujar Pandya.
Antusiasme para siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga permainan peran (role play) yang dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai cara menghadapi dan mencegah tindakan bullying.
Melalui kegiatan ini, KKN 3T Kolaborasi Rinjani berharap dapat berkontribusi dalam membangun budaya sekolah yang lebih positif, di mana setiap anak dapat belajar, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan. Semangat Hari Anak Nasional diharapkan menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan generasi yang berkarakter, berani, dan saling menghargai.