Paokmotong, Lombok Timur — Upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Paokmotong terus digencarkan, salah satunya melalui kegiatan pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada bayi dan balita berisiko stunting serta ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Rumeneng dan Posyandu Tunjang, dengan melibatkan kader posyandu, bidan desa, serta dukungan aktif dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram tahun 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pemerintah desa dan institusi pendidikan dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Melalui pemberian PMT, bayi dan balita mendapatkan asupan gizi tambahan berupa bubur kacang hijau, telur rebus, serta biskuit khusus balita. Sementara itu, ibu hamil KEK diberikan makanan bergizi tinggi protein dan tablet tambah darah (TTD) guna menunjang kehamilan yang sehat dan mencegah risiko bayi lahir stunting.
Kepala Desa Paokmotong, Suherman, SP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN PMD Unram yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini. “Mahasiswa bukan hanya hadir untuk belajar di desa, tetapi benar-benar berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam bidang kesehatan,” ujarnya.
Mahasiswa KKN PMD juga turut terlibat dalam edukasi kepada ibu-ibu hamil dan keluarga balita mengenai pentingnya gizi seimbang, perawatan kehamilan, serta pola asuh anak yang sehat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fondasi tumbuh kembang anak.
Salah satu ibu hamil penerima PMT, Siti Nurjanah (23), mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. “Alhamdulillah, senang sekali bisa dibantu makanan tambahan dan diberi penjelasan tentang gizi. Ini sangat bermanfaat untuk kami yang sedang mengandung,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan angka stunting di Desa Paokmotong dapat terus ditekan, serta ibu hamil mendapatkan pendampingan yang layak demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
*Paokmotong, Lombok Timur* — Upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Paokmotong terus digencarkan, salah satunya melalui kegiatan pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada bayi dan balita berisiko stunting serta ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Rumeneng dan Posyandu Tunjang, dengan melibatkan kader posyandu, bidan desa, serta dukungan aktif dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram tahun 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pemerintah desa dan institusi pendidikan dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Melalui pemberian PMT, bayi dan balita mendapatkan asupan gizi tambahan berupa bubur kacang hijau, telur rebus, serta biskuit khusus balita. Sementara itu, ibu hamil KEK diberikan makanan bergizi tinggi protein dan tablet tambah darah (TTD) guna menunjang kehamilan yang sehat dan mencegah risiko bayi lahir stunting.
Kepala Desa Paokmotong, Suherman, SP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN PMD Unram yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini. “Mahasiswa bukan hanya hadir untuk belajar di desa, tetapi benar-benar berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam bidang kesehatan,” ujarnya.
Mahasiswa KKN PMD juga turut terlibat dalam edukasi kepada ibu-ibu hamil dan keluarga balita mengenai pentingnya gizi seimbang, perawatan kehamilan, serta pola asuh anak yang sehat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fondasi tumbuh kembang anak.
Salah satu ibu hamil penerima PMT, Siti Nurjanah (23), mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. “Alhamdulillah, senang sekali bisa dibantu makanan tambahan dan diberi penjelasan tentang gizi. Ini sangat bermanfaat untuk kami yang sedang mengandung,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan angka stunting di Desa Paokmotong dapat terus ditekan, serta ibu hamil mendapatkan pendampingan yang layak demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.