Paokmotong, Lombok Timur--- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram yang tengah mengabdi di Desa Paokmotong melaksanakan kegiatan Workshop Jamu Tradisional Kader Profesional pada Selasa, 29 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader posyandu mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam mendukung kesehatan masyarakat serta membuka peluang baru bagi ekonomi lokal.
Workshop ini diikuti oleh 60 peserta, terdiri atas 44 kader posyandu dari 22 posyandu (masing-masing dua orang perwakilan), serta dihadiri oleh perangkat desa, Ketua Kader Desa Paokmotong, Bhabinkamtibmas, dan bidan Polindes Paokmotong. Kehadiran unsur pemerintah desa dan tenaga kesehatan mencerminkan dukungan terhadap penguatan kapasitas kader dalam bidang kesehatan tradisional.
Peserta mengikuti praktik langsung pembuatan jamu tradisional, seperti kunyit asam, serta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat, teknik pengolahan, dan penyajian yang higienis. Menariknya, setiap posyandu juga menerima bingkisan berisi bahan-bahan jamu untuk dipraktikkan kembali di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Apotek Hidup yang sebelumnya dijalankan oleh mahasiswa KKN di halaman kantor desa. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM jamu rumahan di masa mendatang.
Penanggung jawab program, Surya Restu Saefullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar kader mendapatkan pengalaman langsung dalam pengolahan jamu berbasis TOGA. "Kami berharap para kader bisa memanfaatkan tanaman obat di sekitar rumah, tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk menunjang kegiatan posyandu, bahkan menjadi peluang usaha baru," ujarnya.
Ketua Kader Desa Paokmotong, Sri Aprianti, mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN Unram yang bersifat edukatif dan aplikatif. "Kegiatan ini sangat bermanfaat. Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah berbagi ilmu dan melibatkan kami secara aktif. Semoga ke depan bisa dikembangkan menjadi usaha bersama kader," katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unram tidak hanya ingin meningkatkan pengetahuan kader dalam bidang kesehatan tradisional, tetapi juga mendorong mereka menjadi pelopor pemanfaatan TOGA sebagai produk bernilai ekonomi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya lebih sehat, tetapi juga lebih mandiri secara ekonomi melalui pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal.