Dusun Paokmotong Utara, Desa Paokmotong UMKM adalah jantung ekonomi desa. Di Dusun Paokmotong Utara, salah satu usaha yang menjadi perhatian dalam kegiatan pemberdayaan adalah UMKM Tahu Dilan usaha lokal yang tumbuh bersama kebutuhan masyarakat dan menjadi sumber penghidupan keluarga.
Untuk memperkuat UMKM seperti Tahu Dilan agar semakin dikenal, semakin terhubung dengan peluang pembinaan, dan semakin siap berkembang, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram (UNRAM) 2025 turut mendukung pendataan UMKM di dusun ini. Pendataan yang rapi bukan soal teknis semata, tetapi tentang memastikan usaha warga terlihat, diakui, dan diprioritaskan dalam program penguatan ekonomi desa.
UMKM Tahu Dilan: lebih dari sekadar usaha rumahan
Banyak UMKM pangan di desa bertahan karena kualitas dan kepercayaan pelanggan. UMKM seperti Tahu Dilan biasanya melayani kebutuhan harian warga—baik untuk konsumsi rumah tangga, kegiatan sosial, hingga warung makan. Keberadaan UMKM semacam ini membawa dampak nyata:
-
Menggerakkan ekonomi keluarga melalui pendapatan rutin.
-
Membuka peluang kerja (meski skala kecil) di sekitar rumah.
-
Menjaga perputaran uang di desa, karena produk dibeli dan dinikmati masyarakat setempat.
-
Menjadi identitas lokal, karena produk yang konsisten sering menjadi “andalan” warga.
Karena itu, ketika UMKM berkembang, dampaknya bukan hanya untuk pemilik usaha, tetapi juga untuk lingkungan sekitar.
Mengapa pendataan UMKM itu penting (dan mengapa UMKM diuntungkan)?
Pendataan UMKM sering dianggap sekadar administrasi. Padahal, bagi pelaku usaha, pendataan yang baik bisa menjadi pintu masuk ke banyak peluang. UMKM yang tercatat dengan jelas akan lebih mudah:
-
Diikutsertakan dalam program pembinaan
-
Dipromosikan sebagai produk lokal unggulan
-
Terhubung dengan jejaring pasar dan kegiatan ekonomi
-
Ketika desa mengadakan bazar, event, atau kerja sama, UMKM yang sudah terdata lebih mudah dihubungi.
-
Dipantau perkembangannya dari waktu ke waktu
-
Dengan pendataan berkala, desa dapat melihat UMKM mana yang sedang tumbuh, butuh dukungan, atau menghadapi kendala.
Sederhananya: kalau UMKM tercatat, UMKM lebih mudah mendapatkan dukungan.
Pendataan sebagai langkah bersama: UMKM, desa, dan masyarakat
Pendataan UMKM di Dusun Paokmotong Utara tidak dimaksudkan untuk “mempersulit” pelaku usaha. Justru, ini adalah langkah kolaboratif agar desa memiliki gambaran yang lebih utuh tentang potensi ekonomi warganya.
Bagi desa, data UMKM yang rapi membantu:
-
Menentukan prioritas program ekonomi yang paling dibutuhkan.
-
Mengangkat produk lokal agar lebih dikenal dan lebih kompetitif.
-
Menyusun promosi yang adil dan merata, tidak hanya untuk UMKM yang sudah “terlihat” saja.
Bagi masyarakat, pendataan memberi manfaat tidak langsung:
-
Produk lokal lebih mudah ditemukan.
-
Kegiatan ekonomi desa lebih hidup.
-
Lapangan kerja rumahan bertambah seiring UMKM berkembang.
Apa yang ingin dicapai dari pendataan UMKM Tahu Dilan?
Dengan menempatkan UMKM sebagai fokus, pendataan ini diarahkan untuk menghasilkan dampak yang terasa, seperti:
1) UMKM lebih “terlihat” dan mudah dijangkau
UMKM yang tercatat lebih mudah dihubungi untuk promosi, kegiatan desa, maupun kerja sama. Ini penting agar peluang tidak hanya berputar pada usaha yang itu-itu saja.
2) Produk lokal lebih kuat dari sisi citra
Ketika UMKM tercatat sebagai bagian dari potensi desa, citra produk lokal ikut terangkat. Masyarakat luar desa juga lebih percaya pada produk yang jelas asal-usulnya.
3) Dukungan pengembangan lebih tepat sasaran
Pendataan membantu memetakan kebutuhan UMKM secara umum—misalnya kebutuhan promosi, penguatan pemasaran, atau peningkatan kapasitas usaha.
4) Ekonomi desa lebih bertumpu pada kekuatan warganya
Semakin banyak UMKM yang terdata dan berkembang, semakin kuat ekonomi desa karena bertumpu pada kerja dan produk masyarakat sendiri.
Harapan untuk UMKM Tahu Dilan dan UMKM lain di Paokmotong Utara
Pendataan UMKM bukan tujuan akhir. Harapannya, setelah UMKM seperti Tahu Dilan tercatat, desa dan mitra pendamping dapat lebih mudah mendorong:
-
Promosi produk secara lebih luas dan konsisten.
-
Kegiatan penguatan UMKM yang sesuai kebutuhan pelaku usaha.
-
Kolaborasi antar pelaku UMKM (misalnya saling dukung pemasaran atau paket produk).
-
Kebanggaan terhadap produk lokal, sehingga masyarakat semakin memilih produk desa sendiri.
Ketika satu UMKM tumbuh, ia bisa memicu tumbuhnya UMKM lain—dan efeknya menyebar ke banyak keluarga.